green extinct

Study it, Use it and Save it…

Selamat Hari Bumi… ☺ 22 April 2012

Filed under: Uncategorized — my blood is green @ 11:07 am
Tags: ,

Hari ini, 22 April diperingati oleh dunia sebagai Hari Bumi. Sebuah hari yang diperingati untuk meningkatkan kepedulian pada bumi, tempat tinggal kita. Hari bumi diperingati sejak 1970 bermula dari aksi kepedulian terhadap kerusakan lingkungan. Hingga saat ini, 41 tahun sudah sejak Hari Bumi pertama kali didengungkan. Sebagian orang mungkin memperingati Hari Bumi dengan berbagai seremoni atau selebrasi. Namun sesuai dengan kutipan, “Everyday is Earth Day” katanya. Setiap hari adalah Hari Bumi.

Masyarakat adat dengan kearifan lokalnya telah menjaga keselarasan bumi turun temurun sejak dahulu kala. Masyarakat adat mengambil dari alam secukupnya, tidak kurang dan tidak lebih. Beberapa masyarakat adat tertentu juga memiliki area-area dilindungi yang tidak boleh dimanfaatkan. Mereka mungkin tidak mengenal Hari Bumi tapi jauh lebih menghargainya dibanding kita yang mungkin hanya ingat setiap 22 April saja. Kepedulian untuk bumi tidak hanya tercermin pada Hari Bumi 22 April saja. Lebih jauh, kepedulian untuk bumi nyata dalam tindakan sehari-hari. Marilah kita belajar dari kearifan lokal masyarakat adat yang menghargai keselarasan dan harmoni alam karena setiap hari adalah
Hari Bumi.

Bukan sekedar ucapan dan memperingati, tapi mari kita wujudkan dalam tindakan. Tindakan adalah berjuang untuk kelanjutan bumi dan kepekaan rasa memiliki, bukan sekedar berteriak dan melakukan demonstrasi di jalanan. “Contoh” lebih penting daripada kata-kata, karena langsung mengena pada sasaran, yaitu pada mereka yang merasa masih memiliki hati nurani untuk kelangsungan seluruh spesies di bumi.
.
Kepedulian dan rasa hormat pada lingkungan, minimal dimulai dari lingkungan sekitar. Memang hanya merupakan usaha kecil, tapi sangat berarti bagi kelestarian lingkungan. Bumi berteriak gersang, tapi tak ada yang peduli dengan penghijauan. Ketika hutan dibabat, banjir merajalela di seluruh pelosok, ribuan nyawa melayang, tapi manusia tak pernah jera. Manusia tak pernah berpikir bahwa bumi adalah istana kehidupan yang sempurna bagi semua makhluk di dunia.
.
Karena keserakahan “monster kapitalisme” yang bernama “manusia”, maka terjadilah perubahan iklim dan pemanasan global. Hutan tak cukup memproduksi O2 yang mampu menyerap polusi udara, spesies makhluk lain terancam punah, permukaan laut meningkat, dan akibatnya kita kehilangan ratusan pulau. Laut, sungai dan danau pun tercemar akibat dari limbah industri dan penambangan liar. Tak ada lagi keseimbangan lingkungan. Hutan dijadikan kawasan pusat bisnis, industri dan perumahan, akibatnya hampir tak ada lagi tempat buat makhluk lain. Tanah, udara dan air tercemar, musibah di mana-mana, penyakit merajalela, manusia susah bernafas.

Jika setiap manusia sadar dan mau menanam “1 pohon saja”,  maka bumi akan terhindar dari kehancuran, species akan terhindar dari kepunahan dan kita yang berpijak di atas bumi ikut terselamatkan bersama spesies lain sebagai mata rantai kehidupan di bumi. Satu pohon bisa bermanfaat untuk seribu zaman.

Sekarang mulailah dari diri kita, dari lingkungan kita, jangan tunggu bumi mengatakan: Tak ada lagi yang tersisa yang bisa kuberikan buat kamu “manusia” semua telah rusak, semua sudah terenggut, semua sudah punah akibat keserakahan kamu sendiri, yang bisa kuberikan adalah bencana sepanjang tahun.

Salam Konservasi!

Iklan
 

serious condition in our future… 15 April 2012

Filed under: Uncategorized — my blood is green @ 11:49 am
Tags:

Benarkah ini akan benar2 terjadi?

Posted with WordPress for BlackBerry.

 

Perilaku Aneh Binatang Tanda Awal Bencana Tsunami 14 April 2012

Filed under: Uncategorized — my blood is green @ 9:15 pm
Tags: ,

Gempa bumi dasar laut yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 berkekuatan 9.0 skala Ricther merupakan gempa dengan kekuatan terbesar setelah gempa Alaska pada tahun 1964 dengan kekuatan 9.2. Gempa ini berasal dari Samudera India, yaitu sebelah utara pulau Simeulue dan merupakan ujung pantai barat Sumatra Utara. Gempa ini menghasilkan gelombang raksasa tsunami yang menghancurkan pantai Indonesia, Srilangka, India Selatan, Thailand dan negara lainnya dengan tinggi gelombang lebih dari 30 meter.

Sampai saat ini korban jiwa manusia yang tercatat meninggal telah lebih dari 310.000 jiwa. Sedangkan jumlah binatang yang meninggal adalah relatif lebih sedikit atau bisa dikatakan bahwa dampak tsunami pada margasatwa adalah sangat terbatas, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa binatang lebih mempunyai kepekaan terhadap bahaya yang akan terjadi. Spekulasi ini dikuatkan oleh beberapa fakta yang terjadi beberapa jam sebelum terjadinya bencana Tsunami. Perilaku aneh beberapa binatang sebelum bencana tsunami telah diamati di Srilangka, sekitar 1 jam sebelum bencana tsunami terjadi, orang-orang di Taman Nasional Yala mengamati 3 ekor gajah berlarian menjauh dari pantai Patanangala menuju perbukitan. Kelelawar secara fantastis banyak berterbangan disebelah selatan kota Dickwella di Srilangka. Dan juga diamati 2 ekor anjing tidak mau diajak mendekati pantai di dekat Galle, padahal setiap harinya anjing-anjing itu berada disekitar tempat itu. Kejadian aneh juga terjadi di Thailand seperti yang di laporkan di media massa bahwa beberapa ekor gajah yang sedang membawa wisatawan berlari menuju bukit, untuk menyelamatkan penunggangnya sebelum bencana tsunami menghancurkan dinding air di Phuket, Thailand. Di sebuah cagar alam pantai selatan India juga diamati sejumlah Flamingo beterbangan menuju hutan yang lebih aman dari cagar alam tersebut sebelum bencana tsunami. Pada saat tsunami melanda Srilangka, sekitar ratusan gajah, macan tutul, harimau, babi hutan, rusa, kerbau air, kera dan mamalia yang lebih kecil serta sejenis reptilia telah melarikan diri dengan selamat menuju ke dataran yang lebih tinggi. Sedangkan sejumlah besar kura-kura ditemukan mati didaerah puing-puing disepanjang pantai di propinsi Aceh. Kepekaaan dan naluri binatang terhadap respon akan timbulnya bahaya yang tidak dimiliki oleh manusia ini bisa digunakan sebagai alat untuk peringatan pertama bencana alam yang bisa digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan manusia sehingga bisa mengurangi jumlah korban jiwa manusia sebagaimana bencana tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu.

Fisiologi yang berhubungan dengan panca indera binatang (more…)

 

Keanekaragaman Menghindari Spesies dari Kepunahan akibat Perubahan Iklim

Filed under: Uncategorized — my blood is green @ 9:00 pm
Tags:

Para peneliti menemukan bahwa beberapa kasus evolusi dapat menyelamatkan tanaman dan penyerbuk mutualisme, yang semestinya punah sebagai akibat dari perubahan iklim. Bagaimanapun juga, mutualisme bisa bertahan tergantung pada kepadatan dan distribusi spesies lain dalam populasinya.


Spesies yang mampu berevolusi untuk bertahan hidup dalam menghadapi perubahan iklim mungkin tergantung pada keanekaragaman hayati pada komunitas ekologinya, demikian menurut model matematika baru yang mensimulasikan efek dari perubahan iklim pada tanaman dan penyerbuk.

Temuan ini, yang dipublikasikan dalam edisi awal Evolutionary Applications, adalah penting karena beberapa spesies yang telah bertahan pada perubahan iklim besar di masa lalu mungkin tidak akan mampu bertahan pada perubahan iklim saat ini dan selanjutnya. (more…)

 

[Kabar Buruk] Seperlima Vertebrata di Dunia ENDANGERED!!! 13 April 2012

Filed under: Uncategorized — my blood is green @ 10:28 pm
Tags: , ,

Rata-rata, 52 jenis mamalia, burung dan amfibi mengambil langkah signifikan ke arah kepunahan setiap tahunnya, demikian menurut sebuah analisis besar terbaru.

Tapi seandainya tidak ada upaya konservasi, kepunahan akan lebih cepat, lapor para peneliti pada hari Selasa.

Upaya menyelamatkan hewan langka membuat sebuah perbedaan, meskipun sekitar 1 dari 5 spesies bertulang belakang di dunia – seperti mamalia, burung, reptil, amfibi dan ikan – terancam punah, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan online di jurnal Science.

Laporan itu dirilis sebagai delegasi dari pertemuan 190 negara pada sebuah konferensi PBB di Nagoya, Jepang, untuk menetapkan 20 target yang terukur dalam memerangi hilangnya keragaman spesies.

“Hasil kami seharusnya menjadi panggilan bagi para pemerintah di Nagoya,” kata Stuart Butchart, penulis studi dan koordinator penelitian global di BirdLife International. “Keanekaragaman hayati dalam keadaan putus asa. Situasinya semakin memburuk. Tapi hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kita dapat mengubah situasi tersebut. Kita hanya perlu lebih memperbesar kemauan politik dan sumber daya.”

Katak penyembur Kihansi (Nectophrynoides asperginis)

(more…)

 

Survei Terbaru Menunjukkan Indonesia Membunuh 750 Orangutan dalam Setahun…

Filed under: Uncategorized — my blood is green @ 10:12 pm
Tags: , ,

Penduduk desa yang tinggal di sisi Kalimantan Indonesia membunuh setidaknya 750 orangutan dalam setahun, sebagian untuk melindungi lahan pertanian dan yang lainnya untuk dimakan, demikian yang ditunjukkan dalam survei terbaru.

Praktek semacam ini, yang belum pernah diukur sebelumnya, sekarang diyakini menjadi ancaman yang lebih serius terhadap keberadaan kera merah daripada yang diperkirakan sebelumnya, lapor Erik Meijaard, penulis utama laporan yang muncul dalam jurnal PLoSOne.

Indonesia – rumah bagi 90 persen orangutan yang tersisa di alam – diselimuti hutan tropis yang lebat kurang dari 50 tahun yang lalu, namun setengah pepohonnya telah tersapu bersih sejak maraknya permintaan untuk pasokan kayu, kertas, dan baru-baru ini, kelapa sawit. (more…)

 

Mengapa Spesies harus diselamatkan?

Filed under: Uncategorized — my blood is green @ 10:05 pm
Tags:

Kita bicara tentang penyelamatan spesies seperti orangutan dan badak asia. Tapi alasan dibalik itu tampak tidak rasional: karena kita berkerabat dengan mereka? Kenapa tidak karena kita berkerabat dengan manusia lainnya? Yang menebang dan membabat hutan untuk memberi makan kita dengan minyak nabati. Sesama manusia lebih berkerabat daripada antara manusia dan orang utan. Alasan lainnya adalah karena itu akan mengganggu keseimbangan alam. Tapi kepunahan telah berulang kali terjadi di Bumi, tanpa campur tangan manusia dan alam pada gilirannya kembali seimbang, lewat evolusi dan seleksi alam. Atau karena mereka untuk mencegah pemanasan global? Pemanasan global tidak akan bertambah signifikan jika kita membunuh satu spesies semata yang tinggal beberapa ekor saja, sama tidak signifikannya dengan membunuh beberapa ekor ayam untuk acara sunatan. Jadi apa alasan yang rasional untuk menyelamatkan spesies? (more…)