green extinct

Study it, Use it and Save it…

Museum Konservasi Satwa di Indonesia 12 Maret 2012

Filed under: Uncategorized — my blood is green @ 3:28 pm
Tags:

1. Rahmat International Wildlife Museum & Gallery
Sebuah tempat wisata di kota Medan, Sumatera Utara, dengan koleksi berbagai binatang liar diawetkan yang berasal dari tempat berburu di berbagai penjuru dunia. Lebih dari 1000 binatang, besar dan kecil, ditata sesuai dengan habitat mereka di dalam ruangan-ruangan berpendingin penuh. Kini, setelah dilakukan pengembangan gedung yang selesai pada 23 Oktober 2007, Museum & Galeri ini memiliki luas gedung 2970 m².
Rahmat International Wildlife Museum & Gallery adalah milik dari Rahmat Shah, Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) sekaligus anggota DPD RI utusan Sumatera Utara. Rahmat menjelaskan, koleksi yang ada dipastikan sudah mendapat izin dan tidak bertentangan dengan hukum satwa dunia. “Kita memang pemburu tapi yang betul-betul pemburu. Hewan yang kita buru sudah sesuai dengan konsep konservasi yaitu hewan yang tidak produktif lagi,” kata Rahmat.
Museum & Galeri ini telah masuk di Record Book dan telah menerima penghargaan internasional di bidang konservasi dalam upaya pencegahan kepunahan satwa liar dunia.

Alamat: Jl Letjen S Parman 309, Medan, Sumatera Utara
Buka: Selasa-Minggu pukul 09.00-17.00
HTM: Biasa Rp.25.000; tambahan of Rp.10.000 untuk night safari.
Memotret: Rp.20.000

2. Museum Satwa Jawa Timur Park 2


Sebuah tempat rekreasi yang terdapat di Kota Batu, Jawa Timur. Obyek wisata ini berada sekitar 20 km sebelah barat Kota Malang dan kini menjadi salah satu icon baru wisata Jawa Timur. Museum Satwa merupakan bagian dari Jatim Park 2. Museum ini menyajikan satwa-satwa yang diawetkan dan fosil-fosil purba yang didatangkan dari berbagai Negara diseluruh benua, seperti benua Amerika, Afrika, Asia, Australia, Eropa, Artik, dan Antartika. Sesuai dengan tujuan didirikannya yaitu sebagai Lembaga Konservasi Ex-Situ Satwa Liar, maka seluruh satwa awetan yang ada di Museum Satwa diperoleh tidak dengan sengaja diburu tetapi diawetkan dari satwa yang telah mati. Selain itu Museum Satwa juga menyajikan replika satwa purba seperti Apatosaurus, Tyrannosaurus-Rex, Stegosaurus, Mammoth, dan replika satwa purba lainnya. Museum yang dimiliki oleh Paul S. Sastro ini memiliki 4 Gedung Utama, (dengan latar belakang Gunung Panderman) yang dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter.
Alamat: Jl. Raya Oro-Oro Ombo No 9 Kota Wisata Batu, Jawa Timur
Buka: Senin – Minggu, pukul 10.00 – 18.00 WIB
HTM: Rp. 20.000
Tiket Terusan Jawa Timur Park 2
Senin-Kamis Rp.60.000
Jumat-Minggu Rp.75.000

3. Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Masa Lalu


Museum bernilai historis ini didirikan pada Agustus 1894 oleh Dr. J.C. Koningsberger seorang ahli botani Belanda dengan nama Landbouw Zoologisch Museum, yang bertujuan untuk mengumpulkan hewan yang diawetkan. Museum ini berada di sebelah kiri dari arah pintu masuk Kebun Raya Bogor dengan luas 402 m2. Memiliki koleksi jutaan spesimen yang terdiri dari puluhan ribu jenis fauna dari berbagai jenis. Diantaranya 650 jenis binatang mamalia (menyusui), 1100 jenis burung yang berasal berbagai wilayah di Indonesia, 600 jenis reptil dan ikan, moluska yang terdiri dari 2300 jenis, 10.000 jenis serangga serta 700 jenis invertebrate lainnya.Museum ini juga menyimpan kerangka ikan paus biru (Balanoptera musculus) yang terbesar di Indonesia.

Kerangka Paus Biru


Koleksi Burung Hantu yang Diawetkan

Awetan Kupu- kupu


Alamat: Jl. Ir. H . Juanda no.9 Bogor, Jawa Barat
Buka: Senin-Minggu, pukul 08.00-16.00
HTM: Bagi pengunjung yang membayar tiket Kebun Raya Bogor sebesar Rp. 10.000 tidak diwajibkan lagi membayar tiket masuk ke Museum Zoologi. Tetapi, bagi pengunjung yang hanya ingin melihat museum dikenakan harga tiket sejumlah Rp. 1.500.

by: Team Biokonservasi Kelompok 7

courtesy:
http://thearoengbinangproject.com/20…wisata-rahmat/
http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Satwa
http://dpavilionarchitects.wordpress…rk-water-park/
http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/3634

 

One Response to “Museum Konservasi Satwa di Indonesia”

  1. adHan Says:

    hmmm, bisa dijadiin alternatif buat wisata ya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s